Go-Blog (Maaf Tidak Membahas Ttg Agama & Keyakinan)

Bravo Sriwjaya FC…..!!!

Pertandingan Ekspedisi Liga Copa Indonesia antar SFC dan AREMA Malang kembali menuai kerinduan akan tanah kelahiran “Sumatera Selatan”. Tak ada sedikitpun kontribusiku atas SFC di tanah SUMSEL, namun dengan adanya klub ini telah membangkitkan rasa nasionalisme “versiku” yang sempat luntur.

Sebenarnya permainan kedua pihak bagus, bersemangat dan keras, namun tidak kasar. Ini adalah kemajuan permainan yang ada di Indonesia, walaupun penuh debar-debaran jantung mengikuti pertandingan sejak awal, akhirnya SFC menuai kemenangan lewat tendangan pinalti 4:2.

Bravo Sriwijaya FC….., maju dan kalahkan setiap lawanmu. Sebagai orang Sumatera Selatan ”cover doang, sebenarnya ” kita maju bersama. Dan akan kembali menuai kesuksesan apapun, kalian berjuang disana, dan aku akan berjuang disini.

Dinginnya kota bandung, tak akan melenakan untuk melupakan gerah dan panasnya suasanamu (Palembang), begitulah aku. Jangan pernah berfikir bahwa aku akan meninggalkan dan tak acuh dengan masa depanmu, namun untuk mewujudkan masa depan kita, aku harus berlaku begini, berjuang dan mencari ilmu.

Pertanyaanya adalah, aku terkadang mudah berubah, mudah terpengaruh dan akhirnya kembali berimajinasi, Namun percayalah bahwa; cita-cita tak akan berubah, optimisme akan tumbuh terus, meskipun berbagai cemoohan, intrik, bahkan doktrin-doktrin pengendor semangat menderu deru mengendus telinga.

Apa yang ada, itulah adanya. Mari kita bejuang dan maju bersama

Bandung, 6 Nopember 2008 pkl 12:18

Setapak langkahku maju
Menyongsong mentari di atas bukit kayu labu
Kupandangi terus tak berkedip  Baca entri selengkapnya »

Air Kost Habis, sudah seminggu tidak mandi sore. Untung tinggal di Bandung, keringat tidak banyak yang keluar, jadi tidak wajib mandi sore, begitu kata mahasiswa sebelah kamar ku. Lain lagi dengan teman dari Palembangku, dia bilang Kok toilet tidak ada sub siteng (benar g tulisannya) jadi pas aku liat ke belakang E…ee kok langsung Nyemplung. Gimana ya…?? Ya sudah, karena sepanjang jalan taman hewan para toiletnya pada sama, langsung nyemplung gak disetel dulu kayak di rumah-rumah. Parahnya lagi di belakang pipa ada orang-orang bekerja memasang pipa, makanya pas suatu siang ada hasrat, jadi serbasalah mau gimana, padahal hasratnya terus memuncak, ya mau gimana lagi, sambil mengucapkan “bapak-bapak maafkan saya, bukan disengaja, terpaksa melakukan hasrat karena memang mendesak, maafkan ya Pak” langsung brussss….. blessss segerrrr. Aku tidak tau bagaimana reaksi pemasang pipa dibelakang rumah, tapi setidaknya aku sudah minta maaf walau Cuma dalam hati.
Air dalam bak mandi di kost minggu-minggu ini sepertinya selalu kekurangan, apalagi kedatangan penduduk baru dalam kost sedihnya lagi nih penduduk kayak onta aja, mandi bar bur bar bur, kayak gak tau saja air kost terbatas. Lebih pedas lagi teman yang dari palembang bilang sepertinya orang ”awak” itu yang banyak benar memakai air. Hasilnya pas jam 11 siang, air dari bak yang berukuran 3 x 1 x 1 itu sudah bersisa hanya seperempat saja. Inilah modal air yang harus digunakan untuk manusia sekitar 15 orang dewasa. Sederhana memang, tapi ini tidak bisa diabaikan kalau ada hasrat dimalam hari, bagaimana jadinya. Wah gak terbayang, harus tidur tanpa cebok dulu, hahahha.

Kadang menjadi orang “bodoh” itu nikmat dan enjoy, berfikir menjadi simpel, tidak macem-macem. Tidak perlu Ilmu Filsafat untuk menilai sesuatu, tidak perlu argumen yang tinggi-tinggi untuk sesuatu yang jelas ada di depan mata. Kita lantas bisa menerima sesuatu dengan lapang dada (karena sudah diberkahi oleh Tuhan yang maha kuasa ilmu yang sangat terbatas, minimal Terbatas ruang dan waktu). Tanpa harus berbantah-bantahan tak berguna. Namun bila hanya dengan ilmu yang terbatas itu akan melampaui atau menyamai ilmu Tuhan, Biarkan mereka bicara saya hanya Diam. Baca entri selengkapnya »

Kenapa aku menulis demikian. Karena semua dalam benak ini jarang sependapat dengan orang, apalagi dengan sebuah pemikiran orang yang pinter2.

Aku ni kurang mudah paham menerima hal yang baru. Lambat istilahnya. bahasa kurang begitu memahami, sukar mengerti.

Kata orang baik, kataku jelek, dan ini bukan sekali dua kali. Ya sudah…

Kadang aku mau menjadi orang lain saja, biar sama pendapat2nya, fikirannya, dan ya… mungkin popularitasnya sama juga.

Tapi aku merasa dengan status  “TErbalig” ini aku punya Identitas Diri, makanya sampai sekarang masihtetap keukeh (ulet) dipertahankan.

Manusia “TErbalig” adakah yang sama dengan sifatku………??? G usah dijawab…!!!

Ah… Itu benar, dan benar sekali. Buktinya aku bilang itu Semester 1. Memang mudah, mudah sekali malah, keluarin sedikit uang atau sedikit jelitan mata, jadi deh Skripsi.

Benarkah begitu….liat saja nanti…

Manusia memiliki tipe yang bermacam-macam, dengan keahlian yang bisa dibilang tidak bisa menyatu dengan siapapun. Harapan dan cita-cita harus ditebus dengan pengorbanan namun terkadang pengorbanan yang sangat membosankan. Oke kalau pengorbanan, waktu, dan kesempatan dibayar dengan setimpal, mungkin hal itu tidak akan terlalu berpengaruh. Namun bila pengorbanan itu hanya ditebus dengan sebuah pujian tidak ikhlas…..??? tentu sangat tidak mengenakkan.

Pekerjaan, adalah sebuah proses untuk memperoleh hasil yang bisa diukur dengan tingkatan baik itu dari segi material, kesenangan, psikologis, Mereka harus melakukan hal Pekerjaan membosankan, tak salah dan tidak menyimpang sedikitpun. Dunia terasa sempit dada terasa membara, kepala seakan jadi membatu.

Menunggu…. To Be Continue