Posted by: belumngantuk on: November 3, 2008
Setapak langkahku maju
Menyongsong mentari di atas bukit kayu labu
Kupandangi terus tak berkedipĀ
Berdiri tegap penuh harap
Setahap mentari beranjak
Meninggalkan belahan bukit kayu labu
Aku teriak
Jangan tinggalkan aku dulu
Tangan mentari begitu kekar
Mencengkram lenganku dengan kasar
Ikutlah daku, kejarlah daku
Atau pulanglah dengan tangan terbelenggu
Tidakā¦. Jawabku mentari
Ini negeriku, aku perkasa disini
Aku, jagoan tak takut mati
Meniti mentari adalah mimpi
Pulanglah wahai pria dekil
Otakmu kerdil jiwamu bakhil
Zamrud khatulistiwa sudah kau bantai
Tak kuizinkan kau menggapaiku lagi
Zamrud dan lada tak kumakan sendiri
Tak kau lihat kami berbagi
Berpesta pora untuk sementara saja
Sekali saja, berilah, ambil jiwa ini sebagai gantinya, aku berseru mengiba-ngiba
Jiwamu tak berarti lagi pria dekil
Pulanglah dengan tangan terbelenggu
Tak usah kau rayu aku
Jiwa kotormu mencoreng mukamu
Sekuat tenaga kubanting mentari
Tangan kekarnya tak berkutik lagi
Jangan sok, kau di negeri ini
Aku, jagoan tak takut mati
Cerito2