Go-Blog (Maaf Tidak Membahas Ttg Agama & Keyakinan)

Kasihanilah Selebritis Kita

Posted by: belumngantuk on: Juli 31, 2007

Seringnya aku memperhatikan kehidupan selebritis negeri ini, mereka melakukan semua untuk mendapatkan sebuah popularitas dan imajinasi-imajinasi dalam benak mereka. Mereka korbankan anak-anak mereka untuk berbagi kasih dengan ibu dan ayah tiri, karena orang tua mereka bercerai, padahal mereka masih perlu kasih sayang, mereka perlu dimarahi oleh orang tua mereka asli karena sesuatu kesalahan yang tidak disengaja, mereka perlu tempat mengadu kalau ada masalah, namun apa…? mereka seoalah menjadi korban orang tua mereka yang mementingkan karier, mementingkan popularitas, agar senantiasa dipuja-puja orang lain. Mereka serta merta menjadikan alasan untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga, padahal, mereka sudah lebih dari cukup. Mereka sudah bisa menghidupi keluarga dan, masih saja hal ini menjadi salah satu alasan yang tepat buat mereka “mengejar karier” istilahnya.

Mereka korbankan fisik mereka, jati diri mereka, tubuh mereka rela di ekspos, diberikan gratis, padahal kalau mau menghitung-hitung antara pengorbanan merawat tubuh dengan harga yang diperoleh dari ekspos body dan melakukan berbagai tindakan surprise murahan sangat-sangat tidak sebanding.

Berapa ongkos untuk: Ke salon, SPA, Madicure, Pedicure, Creambath, Rebonding, Beli Lotion, Parfum, Pakaian sebelum Pentas (pakaian menuju catwalk), yang tentunya harganya berjuta-juta, sedangkan untuk satu kali casting hanya cukup untuk biaya perawatan tubuh sekali, dengan bayaran casting cuma beberapa juta itu telah mempopulerkan kita, namun dengan Populer yang dicetak dalam tanda kutip “populer”

Belum lagi untuk sedot lemak, diet (Menahan makanan favoritenya kita, hanya untuk sebuah impian di puja-puja manusia sementara, tidak lebih setengah jam dalam sebuah pentas). Oke kalau usaha tersebut berhasil, namun bila sedot lemak tersebut tidak berhasil, maka akan menggunakan cara lain agar Usaha tampil seksi tetap ada di pundaknya.

Berapa banyaknya kerugian tak langsung yang harus dikeluarkan, baik pelecehan seksual yang dialami sebelum menjadi “terkenal”, mematikan jati diri, agar bisa sama dan mirip dengan Si “A” atau Si “B”, karena kalau tidak sama dengan “A atau B” maka kita tidak laku dipasaran dunia entertainement. Lalu, berapa sih harga diri kita ini….? siapa yang harus menghargai diri sendiri, siapa yang memiliki diri ini, kalau kita selalu menjadi orang lain.

Penulis memperhatikan, ternyata dari berbagai macam “tindakan surprise murahan” mayoritas di konsumsi oleh kalangan bawah, yang tidak memiliki kredibilitas yang baik, karena mereka-mereka itulah yang tertawa-tawa dan kesenangan dengan adegan-adegan selebritis yang menurut mereka membawa kesenangan pribadi buat mereka. Mereka dengan mudah mendapatkan photo-photo dan dokumentasi rahasia yang secara sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh selebritis tersebut. Artinya tubuh-tubuh mereka sangatlah murah harganya.

Hal yang seolah-olah menjadi tren sekarang adalah perceraian dikalangan seleb tersebut, mereka mengganggap sebuah keluarga adalah sebuah permainan, mengganggap itu sebuah momen yang baik untuk mendapatkan ketenaran, jadi timbul sebuah asumsi “kalau seleb tidak cerai, tidak akan populer” kalau seleb tidak selingkuh tidak mengikuti tren, dan sebagainya-sebagainya.

Namun seberapapun usaha mereka menjadi terkenal sepanjang masa, adalah hal yang mustahil, karena kita lambat laun dibatasi oleh waktu dan umur yang selalu mengejar kita dalam kondisi apapun.

Tentunya ini tidak digenaralisasi kepada semua seleb kita, namun sebagian besar kemungkinan merupakan rahasia umum.

Seleb juga manusia, jadi perasaan untuk hidup bahagia dengan anak-anak mereka, dengan keluarga mereka, orang-orang tua mereka, dan seluruh sahabat-sahabat mereka. Mereka mungkin sedih melihat dan mendengar ketika anak-anak mereka memanggil “ayah atau ibu” namun yang datang ternyata “ayah atau ibu tiri mereka” yang secara notabene sangat berbeda kasih sayang dengan orang tuanya asli. Namun setiap ketukan dalam hati mereka mendengar itu semua diabaikan, hanya karena sebuah ambisi yang ‘bodoh’. Mereka punya hati kecil, mereka juga manusia lemah, artinya mereka harus megakui kelemahan mereka dengan melakukan hal yang lebih “minimal menghargai diri mereka sendiri dengan tidak menjualnya dengan murah” dan menjaga hubungan yang harmonis dengan keluarga mereka.

Wahai saudaraku para seleb, sayangilah generasi penerusmu (anak-anakmu), dengan tidak menjadikan mereka sebagai korban keganasan orang tuanya dalam mengejar karier dengan cara melakukan tindakan-tindakan surprise murahan.

10 Tanggapan ke "Kasihanilah Selebritis Kita"

jangan jadi seleb dehh kalo begitu….

yaaah…begituLah dunia seLeb,
tidak semua yg “indah” terLihat adaLah sebenar”nya indah

*maaf saya ikutan nyLetuck, padahaL saya sendiri juga bLm tentu Lebih baik dr mereka para seLeb*

terimakasih
=SaLam.dr.Jogja=

ah, selebritis memang beda dgn artis…
saya artis lho…bukan selebritis :P

ah pada primitif lo semua, udah biasa lg, dan gw yakin kalo lo pade dikasih kesempatan yang sama menjadi artis lo punya semua faslitas gw yakin lo bakal ngelakuin hal yang sama..manusia gak luput dari khilaf dan lupa, koreksi diri sendiri jgn sampe salah jalan,sama hal nya dgn korupsi, semua orang bilang f**k koruptor pas dia naik jabatan, sama tuuh korup jg lo pade…bangsa kita udah terpuruk semuanya, jgn jd bangsa yang naif lagi..ya kan!!mending kita bangun rasa kesadaran yang tinggi dalam diri kita masing2….fuck the world!!

FUCK INDONESIA! Rakyatnya tinggal didalem tempurung. Bisanya cuma marah2, jelek2in orang, egois, sok alim, berantem sendiri, kompen sana komplen sini dll. Nggak ada mutunya! Negara paling tai di dunia! (Buat para gembel patriotik silahkan aja deh kalo nggak suka). Fuck Pancasila! Nggak ada gunanya. Nggak cocok tuh lambangnya. Mustinya lambang tai. Selebriti lah diurusin, artis lah diurusin, goyang ngebor lah dimasalahin, video orang lg pacaran lah dimasalahin, bunuh2an, dll. Bisa apa sih Indonesia? Apa coba? Saya aja malu jadi bangsa Indonesia. Itu selebriti urusan mereka mau ngapain. Duit2 dia, hidup2 dia kok. Ngapain pada repot? Emang dirugiin ya? Belajar yg bener! Kerja yg bener! Moga2 bisa buat negara sendiri deh jadi bisa undang deh tuh semua orang nggak bermutu, sok alim, dll. Jangan di Indonesia. Ini negara ancur udah makin ancur! Liat aja komen ini hahaha. Tapi emang bener sih yg saya bilang.

Mudah2an semua sadar diri, yaa kita ikuti perkembanganya saja, jadikan pengalaman hidup…Dab

Artis tai anjing……..!

Brantas Artis sampai ke akar2nya….!

Bubarkan semua TeleVisi yang tidak bermutu dan membodohkan….!

Hidup negriku Indonesia….! Hidup pancasila……!

Yang salah adalah karakter dan metal bangsa…..!

……………KOmunitas anti Artis……………

Jangan pilih partai yang nipu rakyat pake Artis…..!

PAN

PDIP

GOLKAR

Jangan pilih partai yang nipu rakyat pake Artis…..!

PAN

PDIP

GOLKAR

PKB

juga Demokrat

Tinggalkan Balasan