Go-Blog (Maaf Tidak Membahas Ttg Agama & Keyakinan)

Mengejar Bayang-Bayang

Posted by: belumngantuk on: Juni 21, 2007

Tak semudah yang kubayangkan sebelumnya, imajinasi semasa SMA semasa Sekolah Umum ternyata tidak semudah itu untuk diwujudkan. Jiwa-jiwa yang pernah penuh dengan bayang-bayang kejayaan sedikit demi sedikit mulai akan kudaki, dan sedikit-sedikit pula mulai terasa pahit dan manisnya perjuangan mencapai semuanya.

Dimulai dari sebuah perpisahan dengan orang yang sangat berarti dalam dunia ini telah menempa dan mendidik aku menjadi seorang yang harus berdiri di kaki sendiri, berbicara dengan mulut dan ekspresi sendiri, dan menerima resiko sendiri. Mereka (orang tua yang sangat memahami dan memanjakanku) telah melepaskan kepercayaan kepundakku, memberi kepercayaan kepadaku dan mendorong semangatku untuk menjadi nomor satu dalam setiap kehidupanku. Mereka adalah yang terbaik yang pernah aku kenal, yang aku rasakan cinta yang tulus dalam diri mereka untuku.

Selepas mereka pergi untuk selama-lamanya berbagai perubahan yang terjadi, aku menjadi seorang dewasa sebelum waktunya, seorang pemimpi masa depan, dengan semua langkah “future oriented” dan aku yakin belum masanya difikirkan oleh teman-teman seumuran aku. Aku harus berfikir dan terus berfikir kalau harus bertahan tanpa belaian mereka (orang tuaku), aku harus bekerja dan bekerja untuk tetap sejajar dengan mereka(teman-teman dan lingkunganku). Berbagai profesi telah menjadi warna perjalananku, menjadi petani, cleaning service sebuah kantor, bekerja bangunan, berjualan dikaki lima, kerja sebagai penjaga warnet dan menjadi joki beasiswa selagi mahasiswa pernah kulakoni untuk menebus semua impian yang pernah menjadi mimpi dimasa lalu. Aku menjadi terlambat untuk mengenal duniaku, dunia remajaku, dimana duniaku untuk bersenang-senang dengan fasilitas orang tuaku, aku tidak merasakannya.

Perjalanan cinta kumulai sejak 1 sma, dan berakhir disemester 6, namun apa yang kuperoleh, semuanya hanyalah berdasar nafsu belaka, yang kuperlukan dari mereka (pacar-pacarku) hanyalah sebagai pemuas nafsu belaka, tidak ada cinta yang murni timbul dalam hati ini, mereka hanya butuh dipuaskan dengan hasrat-hasrat kelakianku, dan memang mereka hanyalah sebagi target untuk dipamerkan kepada semua teman-temanku untuk mengejar sebuah nama sebagai orang yang punya kemampuan untuk menggaet seorang “cewek” dan itu semua kujalani dengan mulus dan lancar.

Sekarang aku mulai merasakan perlunya seorang wanita yang akan mendampingi hari -hariku, menyemaikan benih cinta dalam rahimnya dan mengikuti perputaran alam dengan alami.

Tinggalkan Balasan